Latest Post

Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Cerpen "Sebatang Pohon"

| Thursday, September 8, 2016
Read more »


Sebatang Pohon


Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.

“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.

“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.**

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”

...

Sahabat, Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” Siapapun Anda, bagaimanapun Anda, dan Dimanapun anda... tatap dan ikutilah cahaya lurus kebenaran... karena bila tidak anda akan tersesat dalam kegelapan. Dan Bila terperangkap dalam gelap, jangan mengutuki kegelapan, tapi nyalakan lah cahaya walaupun dengan Lilin...

Cerpen "Sebatang Pohon"

Posted by : Unknown on :Thursday, September 8, 2016 With 0comments

Pengertian Rangkuman

| Wednesday, March 2, 2016
Read more »
 
Rangkuman disebut juga sebuah ringkasan.
Rangkuman artinya kegiatan menyusun gagasan pokok/intisari suatu karangan atau buku menjadi bentuk yang ringkas atau pendek.
Kamu harus perhatikan, bahwa suatu rangkuman tidak boleh mengubah ide pokok (gagasan pokok) teks aslinya.
Karena merangkum adalah kegiatan menyusun teks/bacaan menjadi ringkas,
 maka akan banyak manfaat yang diperoleh dari membaca rangkuman. Adapun beberapa manfaat dari suatu rangkuman,
 antara lain sebagai berikut.
•Menemukan secara cepat informasi yang dibutuhkan.
•Menemukan bagian-bagian penting isi buku.
•Dapat menggambarkan keadaan mengenai isi buku.
•Waktu yang digunakan untuk membaca jauh lebih singkat.
•Membantu keperluan yang sifatnya praktis. Misalnya butuh intisari buku dalam waktu yang singkat.
 
Agar hasil rangkumanmu menjadi baik, ada langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan.
Langkah-langkah merangkum adalah sebagai berikut.
•Bacalah teks secara cermat dan efektif,
sampai kamu dapat menangkap gagasan utama, kesan umum, sudut pandang, dan tema utama dari teks.
•Catatlah bagian-bagian yang kamu anggap penting.
•Tulislah informasi berdasarkan bagian-bagian yang kamu anggap penting tersebut.
•Tulislah ulang intisari bacaan ke dalam bentuk kalimat tidak langsung, bergaya orang ketiga (penceritaan).
Gunakan bahasa sendiri, bukan bahasa teks/buku yang diambil secara utuh, menyeluruh, lengkap,
 sekalipun dalam bentuk penuturan yang singkat.
•Tidak memasukkan pikiran, ilustrasi, atau contoh sendiri.
•Tidak mengubah keseimbangan dan penekanan pengarang asli.
•Menyusun draf atau kerangka untuk membuat intisari bacaan.
•Susun draf menjadi bentuk rangkuman yang baik.


Baca Juga >> Identifikasi Alur,Penokohan dan Latar dalam Cerpen
                 >> Sejarah Indonesia

Pengertian Rangkuman

Posted by : Unknown on :Wednesday, March 2, 2016 With 0comments

Identifikasi Alur, Penokohan, dan Latar dalam Cerpen

|
Read more »
sf2-social.blogspot.co.id
 
 
Sebelum mengidentifikasi alur, penokohan, dan latar dalam cerpen, kita bahas dahulu tentang pengertian cerpen atau cerita pendek.
Cerpen atau cerita pendek adalah cerita fiktif yang menceritakan pengalaman seseorang yang paling menarik.
 Indikator pengalaman seseorang yang paling menarik bukan hanya pengalaman yang menyenangkan, mengagumkan, dan menakjubkan,
 tetapi juga pengalaman menyedihkan,memilukan, menyakitkan, dan lain-lain.
Intinya pengalaman yang paling menarik adalah pengalaman yang tak terlupakan sampai mati.

A. Ciri-ciri cerpen:
     Ciri-ciri cerpen antara lain:
 1. Habis dibaca sekali duduk
 2. Tidak ada pembagian bab
 3. Beralur rapat
 4. Tokoh terbatas
 5. Terdiri dari 2 sampai dengan 20 halaman
 6. Terdiri dari 10.000 sampai dengan 15.000 kata
 7. Konflik yang ditimbulkan biasanya tidak mengubah nasib tokoh-tokohnya
 8. Ceritanya sederhana dan tidak begitu rumit
B. Mengidentifikasi Alur, Penokohan, dan Latar Cerita Pendek
       Pada semeseter 1 kita sudah membahas tentang unsur intrinsik novel.
 Pada dasarnya unsur pembangun antara novel dan cerpen sama, sehingga untuk mengidentifikasi unsur intrinsik
 cerpen kita cukup mengulang kembali tentang unsur intrinsik novel yang telah kita bahas sebelumnya.
Namun pada pembahasan kali ini kita lebih terfokus pada Alur atau Plot, Latar atau Setting, dan Penokohan atau Perwatakan.
1. Alur
       Pengertian mudah tentang alur adalah jalan cerita sebuah karya sastra.
 Secara garis besar urutan tahapan alur dalam sebuah cerita antara lain:
 PERKENALAN-PEMUNCULAN MASALAH (KONFLIK)-
PENINGKATAN MASALAH-PUNCAK MASALAH (KLIMAKS)-PENURUNAN MASALAH (PELERAIAN)-PENYELESAIAN.

 Alur dalam sebuah cerita dibagi menjadi 3, antara lain:
 a. Alur Maju/Progresif: jalan cerita berjalan berurutan dimulai dari tahap perkenalan sampai dengan tahap penyelesaian.
 b. Alur Mudur/Regresif/Flash Back/Sorot Balik: jalan cerita merupakan kebalikan dari alur maju,
yaitu cerita diawalai dengan tahap penyelesaian dan berjalan ke depan sebelum kisah itu terjadi.
 c. Alur Campuran/Gabungan/Maju-Mundur: merupakan gabungan dari dua alur di atas.
2. Latar/Setting
 Jika membahas tentang latar atau setting ini berarti menyangkut tentang tempat, waktu, dan suasana dalam sebuah cerita.
 a. Latar tempat berarti di manakah cerita itu terjadi (berarti terdapat keterangan tempat yang muncul dalam sebuah cerita).
 b. Latar waktu berarti kapan cerita itu terjadi (berarti terdapat keterangan waktu yang muncul dalam sebuah cerita).
 c. Latar suasana, berarti menceritakan suasana yang tergambar dalam sebuah cerita
3. Penokohan/Perwatakan
 Penokohan adalah penggambaran watak tokoh dalam sebuah cerita. Penokohan dikembangkan melalui 2 cara,
 yaitu secara langsung (analitik) dan tidak langsung (dramatik).
Penggambaran watak tokoh secara langsung (analitik) berarti watak tokoh tertulis secara jelas di dalam sebuah cerita,
sedangkan dramatik (tidak langsung) berarti watak dari masing-masing tokoh tidak tetulis secara langsung dalam sebuah cerita.
Untuk mengetahui watak tokoh yang digambarkan secara dramtik bisa dilihat melalui gerak-gerik (tingkah laku) tokoh,
 cara berpakaian dan berdandan tokoh, tempat di mana tokoh itu berada, cara berbicara tokoh, dan lain-lain. 
 

Identifikasi Alur, Penokohan, dan Latar dalam Cerpen

Posted by : Unknown on : With 0comments
Prev

Menu

.
NewAdrDownload. Powered by Blogger.

Tombol Atas

Blogger templates

▲Top▲